Hanya Hayalan
Tidak terasa bus sudah dari arah selatan menuju sekolah, kami naik dengan antrian yang tidak begitu panjang. Aku duduk memandang sebelah kaca, melihat pemandangan kota yang begitu macet disaat jam kerja. Polusi sudah seperti pengganti oksigen di kota yang besar yang sangat padat. Bus pun berhenti di halte selanjutnya, para pelajar pelajar lain naik untuk menuju arah yang sama dengan kami.
Kamipun tiba disekolah, turun satu persatu dari bus karena antrian saat
turun sangat padat tidak sengaja aku terdorong kedepan hingga mengenai wanita
paling ganas di kelas "plakkk" (Bunyi tamparan). Bergegas aku minta
maaf padanya.
Darisitu aku jadi tahu seberapa galak wanita itu, ternyata lebih seram dari
yang aku bayangkan, itu tamparan pertama dari dia padaku. Kamipun masuk menuju
kelas dah seleng beberapa menit bell baris telah berbunyi. Selesai baris kami
bergegas kembali menuju kelas untuk
melakukan kegiatan belajar seperti hari-hari sebelumnya.
Setelah semua murid sudah masuk dan siap untuk belajar, guru yang mengajar
kami masuk dan dia tidak sendiri. Ia masuk bersama murid yang tidak aku kenal
sama sekali bahkan teman-temankupun begitu.
"Selamat pagi murid-murid ini adalah teman baru kalian"
begitu dialog singkat yang aku dengar dari
guruku. Kami hanya menatap ke satu arah yaitu murid baru yang sangat manis dan
putih bersih tersebut. Selesai guru berbicara, Akhirnya yang kami tunggu-tunggu
tiba yaitu mendengarkan murid baru itu berbicara. Ternyata suara gadis itu
sangatlah lembut dan pasti pandai bernyanyi begitu perkiraanku. Selasai ia
perkenalan diri, guru pun memberikan kami kesempatan untuk menanyakan sesuai
kepadanya. Selama ia masuk didalam kelas, tidak pernah pandangannya menuju
kepadaku, lantas karena kau ingin ia melihatku, akupun ingin bertanya
tentangnya. Ketika guru mengatakan
"siapa yang ingin bertanya angkat tangan"
dengan spontan telingaku mendengarnya lalu tanganku terangkat
sendirinya. Dalam hatiku "Yes, dia pasti melihatku", hanya hitungan
detik guru dan ia melihatku dan aku di tunjuk guru untuk memberikan pertanyaan.
lalu ketika mataku dan mata murid baru saling bertatapan, mulutku seolah-olah
di rantai sehingga tidak bisa terbuka, telingaku seperti di tutup sehingga tak
mendengar suara-suara didalam kelas, Kepalaku seperti baru saja terbentur
sehingga ingatanku hilang begitu saja. Aku terdiam melihatnya begitu juga
denganya yang sudah siap ingin mendengar pertanyaanku, lalu guru memanggilku
"Jack, ayo bertanyalah, waktu berjalan terus, nanti kita sempat belajar" ,
mendengar ucapan guru seperti itu ingin rasanya aku berbicara
"memang itulah yang kami mau buk.hehehe" tawaku didalam hati, mungkin
teman-teman sekelas juga begitu tanggapannya. Aku pun berkata "maaf buk,
aku lupa sama pertanyaanku", mendengar itu hampir semua yang didalam kelas
mentertawakanku begitu juga dengan murid baru itu, ia tersenyum dengan begitu
indah dan manis. Lalu guru memberikan kesempatan lainnya kepada teman-temanku
dikelas untuk bertanya. Dari situ aku hanya terdiam saja menatap wanita itu,
tak ada satupun pertanyaan dari teman-temanku yang aku dengar, apalagi masuk di
pikiranku, karena hanya murid baru itu saja yang selalu melintas di benakku.
Rasanya aku ingin mengambil pulpen dan kertas untuk menulis puisi indah
untuknya, namun apa daya, tangan ini begitu malas begerak sekalipun pulpen dan
bukunya ada didepanku. Entah apa yang ada didalam matanya, kalau menurut
pelajaran biologi pasti ada retina didalam bola mata, tapi ini berbeda seperti
ada mutiara yang menarik aku ingin selalu melihat bola matanya.
Tidak terasa aku dikejutkan oleh bell istirahat yang artinya untuk
pelajaran fisika tidak belajar hari ini. Sorak sorak dari teman-teman
"Yeee,Yeee,Yeee"
kami memberi salam kepada guru dan murid baru itu
bergegas duduk dibangku kosong di depan mejaku. Betapa senang hatiku ketika
jarak kami tidak kurang dari satu meter saja, itu sangat dekat dan sangat
sangat dekat.
Dengan penuh keberanian aku ingin berkelan denganya, ingin merasakan
bagaimana lembut dan halus telapak tangannya. Meskipun yang disebelahnya adalah
wanita galak yang menamparku tadi pagi dibus. Dengan penuh keberanian, aku
berdiri dari tempat dudukku melangkah cepat menuju kedapan untuk berkenalan
dengannya karna kalau dari belakang tidak sopan kata orang. Aku mulai melangkah
cepat, namun tiba-tiba ada kaki yang sengaja menabrak kakiku sehingga aku
terjatuh dan kembali menabrak wanita galak tersebut dan "Plakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk"
aku terbangun karna aku jatuh dari tempat tidurku. Kataku
"Ternyata hanya mimpi"
Kemudian aku bersiap-siap untuk pergi kesekolah, dipemberhentian bus aku
cerita kepada temanku tentang mimpiku, namun dia hanya tertawa mendengarnya,
buspun datang menjemput dan aku masih memikirkan mimpi itu dan berharap bisa
jadi kenyataan. Setibanya di kelas dan lonceng baris telah selesai gurupun
masuk ternyata sendirian. Aku kecewa ternyata itu hanya mimpi dan murid baru
itu hanya hayalan. Kamipun belajar seperti biasa.
