Pertemuan Singkat
Aku memiliki teman yang lumayan cerdik tapi fisiknya lemah, manis tapi tidak tampan.
Dia adalah orang yang tidak mudah jatuh cinta tetapi ia percaya dengan cinta pandangan pertama.
Aku mulai yakin hal itu, ketika aku dan dia lagi ke satu Gereja . Saat itu aku memperhatikan dirinya yang sedang
memperhatikan salah satu Gadis cantik yang duduk tepat dipinggir jendela gereja. Pandangannya terasa beda kepada Gadis
tersebut. Ternyata betul, ia telah terpikat dengan gadis itu. Katanya Gadis yang duduk disebelah gereja itu beda dengan wanita
lain ( itu sih kata-kata klasik yang sering dikatakan orang-orang yang sedang jatuh cinta).
Tak terasa kebaktian gereja hampir selasai dan temanku bilang, ia ingin sekali bisa kenalan langsung dengan gadis tersebut,
namun apa daya, keberanian tidak ada padanya. Dirinya hanya bisa melihat dari kejauhan saja tanpa bisa berbuat apa-apa. Dan
akhirnya kebaktian selesai, dan aku yakin yang ia rasa saat itu pasti gelisah dan ingin menyesal karna telah menyia-nyiakan
kesempatan yang hanya beberapa jam.
Semua orang pun berpulangan dan Temanku kehilangan gadis tersebut. Dia mencari-cari gadis tersebut sedangkan aku hanya
bisa menunggu ia di motor karna aku tidak ingin berurusan sama sekali. Ternyata Ia balik tanpa mendapatkan hasil apa-apa,
Gadis itu hilang bagaikan api yang disiram langsung hangus. Temanku kecewa dan menyesal, karena belum sempat mengetahui
namanya. Pertemuan itu sangat singkat dan tak berarti apa-apa. Setelah menunggu beberapa menit dan suasana parkir gereja
yang semakin sepi, Aku dan Dia pulang dengan mengendarai sepeda motor. Aku langsung meminta kunci motor dan kami
pulang. Tidak jauh dari gereja, diperjalanan kami jumpa dengan Gadis itu, ternyata dia naik motor dengan seorang Gadis
didepannya. Ternyata Temanku sangat mengenali Gadis yang membawanya tersebut.
Perkenalanpun berlangsung dari atas motor , Tanpa rasa takut temanku menanyakan namanya kepada Gadis yang membawa
motor tersebut, tidak secara langsung dengan perempuan yang ia bonceng. Merekapun saling berbincang-bincang dan aku tetap
fokus membawa motor agar tidak jatuh. Selesai mereka kenalan kami pisah arah dengan gadis itu, dan setibanya dirumah entah
mengapa temanku itu senyum-senyum sendiri. Dia sangat senang karna bertemu gadis manis disebuah gereja meski hanya
dengan beberapa jam bertemu. Namun baginya itu merupakan pertemuan yang membahagiakan dirinya.

