Rabu, 31 Januari 2018

Hanya Hayalan

Tidak terasa bus sudah dari arah selatan menuju sekolah, kami naik dengan antrian yang tidak begitu panjang. Aku duduk memandang sebelah kaca, melihat pemandangan kota yang begitu macet disaat jam kerja. Polusi sudah seperti pengganti oksigen di kota yang besar yang sangat padat. Bus pun berhenti di halte selanjutnya, para pelajar pelajar lain naik untuk menuju arah yang sama dengan kami.


Kamipun tiba disekolah, turun satu persatu dari bus karena antrian saat turun sangat padat tidak sengaja aku terdorong kedepan hingga mengenai wanita paling ganas di kelas "plakkk" (Bunyi tamparan). Bergegas aku minta maaf padanya.
Darisitu aku jadi tahu seberapa galak wanita itu, ternyata lebih seram dari yang aku bayangkan, itu tamparan pertama dari dia padaku. Kamipun masuk menuju kelas dah seleng beberapa menit bell baris telah berbunyi. Selesai baris kami bergegas  kembali menuju kelas untuk melakukan kegiatan belajar seperti hari-hari sebelumnya.
Setelah semua murid sudah masuk dan siap untuk belajar, guru yang mengajar kami masuk dan dia tidak sendiri. Ia masuk bersama murid yang tidak aku kenal sama sekali bahkan teman-temankupun begitu.
 "Selamat pagi murid-murid ini adalah teman baru kalian" 

begitu dialog singkat yang aku dengar dari guruku. Kami hanya menatap ke satu arah yaitu murid baru yang sangat manis dan putih bersih tersebut. Selesai guru berbicara, Akhirnya yang kami tunggu-tunggu tiba yaitu mendengarkan murid baru itu berbicara. Ternyata suara gadis itu sangatlah lembut dan pasti pandai bernyanyi begitu perkiraanku. Selasai ia perkenalan diri, guru pun memberikan kami kesempatan untuk menanyakan sesuai kepadanya. Selama ia masuk didalam kelas, tidak pernah pandangannya menuju kepadaku, lantas karena kau ingin ia melihatku, akupun ingin bertanya tentangnya. Ketika guru mengatakan 
"siapa yang ingin bertanya angkat tangan" 
dengan spontan telingaku mendengarnya lalu tanganku terangkat sendirinya. Dalam hatiku "Yes, dia pasti melihatku", hanya hitungan detik guru dan ia melihatku dan aku di tunjuk guru untuk memberikan pertanyaan. lalu ketika mataku dan mata murid baru saling bertatapan, mulutku seolah-olah di rantai sehingga tidak bisa terbuka, telingaku seperti di tutup sehingga tak mendengar suara-suara didalam kelas, Kepalaku seperti baru saja terbentur sehingga ingatanku hilang begitu saja. Aku terdiam melihatnya begitu juga denganya yang sudah siap ingin mendengar pertanyaanku, lalu guru memanggilku 
"Jack, ayo bertanyalah, waktu berjalan terus, nanti kita sempat belajar" ,
 mendengar ucapan guru seperti itu ingin rasanya aku berbicara "memang itulah yang kami mau buk.hehehe" tawaku didalam hati, mungkin teman-teman sekelas juga begitu tanggapannya. Aku pun berkata "maaf buk, aku lupa sama pertanyaanku", mendengar itu hampir semua yang didalam kelas mentertawakanku begitu juga dengan murid baru itu, ia tersenyum dengan begitu indah dan manis. Lalu guru memberikan kesempatan lainnya kepada teman-temanku dikelas untuk bertanya. Dari situ aku hanya terdiam saja menatap wanita itu, tak ada satupun pertanyaan dari teman-temanku yang aku dengar, apalagi masuk di pikiranku, karena hanya murid baru itu saja yang selalu melintas di benakku.
Rasanya aku ingin mengambil pulpen dan kertas untuk menulis puisi indah untuknya, namun apa daya, tangan ini begitu malas begerak sekalipun pulpen dan bukunya ada didepanku. Entah apa yang ada didalam matanya, kalau menurut pelajaran biologi pasti ada retina didalam bola mata, tapi ini berbeda seperti ada mutiara yang menarik aku ingin selalu melihat bola matanya.
Tidak terasa aku dikejutkan oleh bell istirahat yang artinya untuk pelajaran fisika tidak belajar hari ini. Sorak sorak dari teman-teman
 "Yeee,Yeee,Yeee" 
kami memberi salam kepada guru dan murid baru itu bergegas duduk dibangku kosong di depan mejaku. Betapa senang hatiku ketika jarak kami tidak kurang dari satu meter saja, itu sangat dekat dan sangat sangat dekat.
Dengan penuh keberanian aku ingin berkelan denganya, ingin merasakan bagaimana lembut dan halus telapak tangannya. Meskipun yang disebelahnya adalah wanita galak yang menamparku tadi pagi dibus. Dengan penuh keberanian, aku berdiri dari tempat dudukku melangkah cepat menuju kedapan untuk berkenalan dengannya karna kalau dari belakang tidak sopan kata orang. Aku mulai melangkah cepat, namun tiba-tiba ada kaki yang sengaja menabrak kakiku sehingga aku terjatuh dan kembali menabrak wanita galak tersebut dan "Plakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk" aku terbangun karna aku jatuh dari tempat tidurku. Kataku 
"Ternyata hanya mimpi"
Kemudian aku bersiap-siap untuk pergi kesekolah, dipemberhentian bus aku cerita kepada temanku tentang mimpiku, namun dia hanya tertawa mendengarnya, buspun datang menjemput dan aku masih memikirkan mimpi itu dan berharap bisa jadi kenyataan. Setibanya di kelas dan lonceng baris telah selesai gurupun masuk ternyata sendirian. Aku kecewa ternyata itu hanya mimpi dan murid baru itu hanya hayalan. Kamipun belajar seperti biasa.

Bagikan

Jangan lewatkan

Hanya Hayalan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

1 komentar:

Tulis komentar