Bulan ini adalah bulan penuh arti bagiku yaitu bulan Agustus. Bulan dimana aku menemukan bintang yang tidak pernah berhenti meminta cahaya dari bulan tersebut. Karna bintang itu tidak akan kelihatan tanpa cahayanya. Bulan Agustus merupakan bulan dimana puncak terakhirnya bintang yang selalu tampak setiap malamnya. Karna setelah itu, malam akan selalu gelap tanpa cahaya. Yang artinya musim hujan akan masuk setelah bulan ini. Aku sangat menikmati cahaya bintang yang selalu menemani sebelum aku terlelap oleh dinginnya tiupan angin malam yang masuk ke jendelaku.
Dan aku akan terbangun setiap paginya dengan cahaya mentari pagi yang mulai menyinari alam semesta. Seperti biasanya bintangku akan selalu memberikan cahayanya meski ia sudah tidak tampak tapi aku selalu bisa merasakan kehadiratnya setiap saat. Karna bintangku adalah Dia.
Dia adalah cahaya yang tidak pernah lupa untuk menerangi hatiku yang gelap. Dia seperti bintang yang dua puluh empat jam selalu menemaniku. Namanya Ricard, pria tampan yang sedikit lugu tapi pintar berpuisi. Dia adalah orang yang tidak pernah lupa mengucapkan selamat pagi padaku, dan selamat tidur ketika malam mulai larut.
Bagiku dia adalah bintang jatuh yang dikirimkan Tuhan, dan aku tangkap dengan hati yang terbuka. Dia adalah bintang berharga yang tidak terbelikan dengan apapun, meskipun itu diganti sepuluh kali lipat dari bintang yang lebih indah darinya. Dia adalah pria tampan yang langka karna jago berpuisi. Setiap malam pasti aku akan membacakan bait tiap bait syair puisinya untuk menemani tidurku. Kadang juga ia mengirimkan rekaman puisi yang dibacakannya sendiri untukku.
Dan karna itulah aku sangat berterimakasih kepada Tuhan atas titipannya yang sangat mengubah hidupku menjadi warna-warni. Aku tak pernah lupa untuk beryukur untuk semua pemberian-Nya untukku.Aku bertemu ricard ketika malam pertama di bulan agustus. Malam itu bulan tidak kelihatan karna tertutup oleh awan tebal, sehingga bintang ikut tak terlihat. Jadi, bisa terbayang bagaimana sunyinya malam tanpa cahaya. Tetapi, entah darimana Ricard datang menghampiriku dengan jaket hitam yang ia kenakan. Ricard menyapaku dengan kata singkat "haii" dan aku terkejut karna pikirku dia pria penggoda. Karna aku terdiam dan sedikit mengarah kepadanya, tiba-tiba ia mengatakan bahwa aku adalah bulannya. Aku mulai berpikir kalau dia adalah benar-benar pria penggoda. Aku sedikit menghindar darinya lalu ia menatap ke arah ku. Aku sangat takut, karna sudah tidak ada orang lain yang menunggu bis di halte itu selain Aku dan dia.Aku sudah bersiap-siap untuk teriak sekencang-kencangnya bila dia hendak menyentuhku. Dan akhirnya bis yang mengarah ke rumahku datang dan berhenti di halte pemberhentian. Aku naik sembari melirik kepadanya, tapi dia masih saja melihatku. Ketika aku naik, dia hanya berdiam diri di halte sambil melihatku. Bis itu pun mulai menaikan gasnya yang artinya bis akan berangkat. Namun pria penggoda itu tetap saja berdiam dihalte tersebut.
Setibanya dirumah, aku langsung mengeluarkan buku yang baru saja ku beli di toko buku. Hanya karna membeli buku itu, aku hampir saja di apa-apain sama orang. Namun aku berpikir lagi, kalau memang orang itu jahat, mengapa dia diam-diam saja. Bahkan sapaannya sangat lembut terdengarku. "yaampun ngapain sih aku mikirin dia, sudah untung aku selamat" ucapku dalam hati. Karna sudah lelah mencari buku satu harian ,Lalu aku tertidur pulas malam itu.
Bagikan
Bintang di Bulan Agustus Chapter 1
4/
5
Oleh
Frendi Nduru

