Mendengar itu , Ricard menjadi percaya kepadaku, kami pun makan di warung
sebelum aku kembali ke rumah dan dia pergi ke tempat kerjanya.
`
Belum penuh satu bulan aku mengenal Ricard sudah sejauh ini. Aku sudah tahu
bagaimana karakternya, sudah mengenal siapa ibunya yang sangat baik. Dia juga
sudah mendapatkan banyak penghargaan dari hasil dia berpuisi di acara-acara
daerah maupun nasional. Bagiku Ricard merupakan Bintang berharga yang di
kirimkan Tuhan untuk menemani diriku menjadi penuh warna warni. Di mengajarkan
aku tentang bagaimana beryukur dalam menjalani hidup yang sederhana. Dia
merupakan pria tampan dari sejuta orang yang sangat menghargai perasaan wanita
dengan penuh perasaan dan kelemah lembutan. Satu lagi tentang keluguannya
adalah tentang mengungkapkan perasaannya. Dia orangnya tidak terlalu banyak
tingkah tetapi pasti.
Dan akhirnya tiba malam terakhir di bulan agustus. Malam terakhir ini pula
yang menjadi malam puncak dari kebahagianku selama bulan agustus. Malam yang
penuh dengan ekspresi keceriaan. Malam yang menjawab semua pertanyaanku dan
harapanku. Karna Ricard mengirimku puisi dengan suaranya.
Aku tahu,
Bintang akan jarang menemani
malam
setelah ini
Karna Bulan akan lebih
sering di tutupi oleh
pekatnya awan malam
Aku tahu, bulan
akan kesunyian
sama sepeti bintang yang
sepi
ketika bulan berhianat
Tapi Aku tidak Tahu,
Kalau bulanku akan pergi
menginggalkanku
Ketika bintang yang selalu
ada disampingnya
Mengatakan
Bahwa Aku sungguh
mencintaimu
Bintang sudah jatuh hati
kepada bulan
Dan bintang masih ragu
Apakah bulan juga mencintai
bintang..
SELESAI
EPISODE SEBELUMNYA
Bagikan
Bintang di Bulan Agustus Chapter 10
4/
5
Oleh
Frendi Nduru

